Jumat, 12 Mei 2017

ALLAH PASTI MENGUBAH NASIBMU...!!!

santringaji__Dalam islam kita dianjurkan untuk selalu berusaha/ikhtiar semaksimal mungkin dan sangat melarang untuk pesimis dalam mencari rizki di muka bumi ini.
Dalam al quran:
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubahnya sendiri”
Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa apapun capaian kita, harus kita sendiri yang merubahnya. Dengan cara ikhtiar. Masalah hasil, baru kita pasrahkan kepada Allah atau yang dinamakan tawakkal.
Maksud ayat diatas menurut sebagian ulama adalah kalau sesorang muslim memohon, merengek dan mengadu kepada Allah meminta apapun, bahkan jika dia meminta menjadi raja dunia, maka Allah akan kabulkan permintaannya, asalkan dia mau mengubah dirinya sendiri untuk mencapai apa yang diniatkannya. Dan Allah mengabulkan dengan berbagai cara. Diantaranya Allah akan membukakan jalan baginya untuk mencapai tujuannya itu.

(baca artikel tentang menghafal al quran disini....)

Masalahnya syetan akan membisikkan kepada hati manusia bahwa orang muslim itu identik dengan hidup susah, melarat dan jauh dari berkecukupan. Demi Allah itu semua bohong. Bahkan seorang muslim bisa mendapatkan apapun yang dia minta bahkan melebihi orang-orang kafir. Orang islam itu bahagia, tenang dan akan dicukupkan oleh Allah. Bagaimana mungkin Allah menelantarkan hambanya yang menyembah kepada tuhan yang benar dan hidupnya akan disia-siakan? MUSTAHIL Allah akan memperlakukan hambanya yang menerima islam sebagai agamanya akan ditelantarkan hidupnya.
Kita lihat orang-orang arab, walaupun tanah kering dan tandus, tapi Allah memberikan kekayaan kepada mereka. Bahkan sedari kecil kita sering mendengar kalau negara arab adalah identik dengan kehidupan mewahnya.

UMAR BIN ABDUL AZIZ pernah berkata:

“Sungguh aku adalah pribadi yang tumuh. Dan aku tidak akan berhenti sampai apa yang aku impikan tercapai”
Tumuh adalah sifat pantang mundur dan terus berusaha berdoa kepada Allah sampai apa yang dia inginkan tercapai.
Beliau sewaktu menjadi warga biasa, berdoa kepada Allah agar menjadi gubernur madinah. Dan terus menggenjot doa diwaktu-waktu mustajab sampai dia benar-benar menjadi gubernur.
Lanjut Umar Bin Abdul Aziz “Kemudian saya berambisi untuk menjadi kholifah, dan saya selalu menggenjot dengan doa tanpa henti. Hingga akhirnya Allah mengabulkan doaku dan akhirnya aku menjadi kholifah”
Kemudian lanjutnya "Aku juga sangat menginginkan memperistri putri kholifah dan alhamdulillah aku berhasil menikahi putri kholifah"
Yang lebih hebatnya lagi, ditilik dari nasab,  Umar Bin Abdul Aziz tidak bisa menjadi kholifah saat itu. Walaupun dia adalah keturunan Bani Umayyah, akan tetapi saat itu bukan dia yang seharusnya menjadi kholifah. Hal yang harus dipahami, jika allah sudah berkehendak, apapun yang dirasa mustahil, Allah akan menjadikan semuanya menjadi “sangat  mungkin terjadi”.
       Sebelum kholifah meninggal dunia, diluar dugaan sang kholifah menulis surat wasiat untuk umar bin abdul aziz agar dia menggantikan dirinya menjadi kholifah penggantinya. Subhanallah.....Dan setelah umar bin abdul aziz meninggal maka estafet kholifah itu kembali ke keturunan raja yang sah sebelum umar bin abdul aziz.
Wahai saudaraku....lihatlah...betapa mengagumkan efek dari himmah/kemauan yang kuat disertai doa dan ikhtiar. Anda bisa menjadi apa yang anda mau dengan mengerahkan kekuatan batin meminta pertolongan Allah.
 Kunci dari semua itu adalah “bagaimana kedekatan anda kepada Allah” semakin anda merengek, menangis, berharap dengan penuh kepasrahan, yakin akan dikabulkannya doa, sabar dalam proses, maka sesungguhnya anda sedang meniti jalan tol menuju kesuksesan/keberhasilan semua hajat anda.
Sabar dalam proses....tidak kalah pentingnya dengan proses lainnya. Sebab terkadang orang gagal dalam proses ini. Proses baru 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun sudah menyerah atau tidak sabar dan akhirnya berhenti total dari usaha dan berdoa. Kita ibaratkan sekolah SMA baru 1 bulan sudah pesimis dan berhenti total. Jika berhenti apakah anda akan lulus dan mendapatkan hasil berupa ijazah? Mustahil anda akan mendapat ijazah. 
 Sama halnya dengan cita-cita yang kita pasrahkan kepada Allah. Semua butuh proses, usaha, sabar. Jika 1 bulan belum berhasil, maka tambah lagi waktu untuk berdoa kepada Allah. Dan Allah pasti akan mengabulkan semua hajat anda. Karena yang pasti, Allah akan menyesuaikan permintaan anda dengan kualitas anda sendiri. Dan allah akan melihat serius atau tidak hamba ini meminta kepada tuhannya. Jika serius pastinya hamba ini akan sabar melalui proses dan pantang menyerah dari ujian saat proses meminta kepada robbnya.

Kita tidak punya daya dan kekuatan selain dari Allah. Maka dari itu, mulai saat ini, detik ini, bersungguh-sungguhlah dalam berusaha dan berdoa. Percepat usaha anda itu dengan berdoa di waktu mustajabnya doa. SANGAT KECIL KEMUNGKINAN USAHA ANDA AKAN GAGAL. Insya Allah....



(andre abuahmad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HATI-HATI..!!! INI MACAM-MACAM NAJIS YANG PERLU ANDA KETAHUI

Santringaji*Dalam beribadah kita diwajibkan untuk membersihkan anggota badan, pakaian dan tempat dari najis. Sebenarnya dikatakan ...