santringaji__Dalam islam kita dianjurkan untuk
selalu berusaha/ikhtiar semaksimal mungkin dan sangat melarang untuk pesimis
dalam mencari rizki di muka bumi ini.
Dalam al quran:
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka
merubahnya sendiri”
Ayat ini menunjukkan kepada kita
bahwa apapun capaian kita, harus kita sendiri yang merubahnya. Dengan cara
ikhtiar. Masalah hasil, baru kita pasrahkan kepada Allah atau yang dinamakan
tawakkal.
Maksud ayat diatas menurut
sebagian ulama adalah kalau sesorang muslim memohon, merengek dan mengadu
kepada Allah meminta apapun, bahkan jika dia meminta menjadi raja dunia, maka
Allah akan kabulkan permintaannya, asalkan dia mau mengubah dirinya sendiri
untuk mencapai apa yang diniatkannya. Dan Allah mengabulkan dengan berbagai
cara. Diantaranya Allah akan membukakan jalan baginya untuk mencapai tujuannya
itu.
(baca artikel tentang menghafal al quran disini....)
Masalahnya syetan akan membisikkan
kepada hati manusia bahwa orang muslim itu identik dengan hidup susah, melarat
dan jauh dari berkecukupan. Demi Allah itu semua bohong. Bahkan seorang muslim
bisa mendapatkan apapun yang dia minta bahkan melebihi orang-orang kafir. Orang
islam itu bahagia, tenang dan akan dicukupkan oleh Allah. Bagaimana mungkin
Allah menelantarkan hambanya yang menyembah kepada tuhan yang benar dan
hidupnya akan disia-siakan? MUSTAHIL Allah akan memperlakukan hambanya yang
menerima islam sebagai agamanya akan ditelantarkan hidupnya.
Kita lihat orang-orang arab,
walaupun tanah kering dan tandus, tapi Allah memberikan kekayaan kepada mereka.
Bahkan sedari kecil kita sering mendengar kalau negara arab adalah identik
dengan kehidupan mewahnya.
UMAR BIN ABDUL AZIZ pernah berkata:
“Sungguh aku adalah pribadi yang tumuh. Dan aku
tidak akan berhenti sampai apa yang aku impikan tercapai”
Tumuh adalah sifat pantang mundur dan terus
berusaha berdoa kepada Allah sampai apa yang dia inginkan tercapai.
Beliau sewaktu menjadi warga biasa, berdoa kepada Allah agar
menjadi gubernur madinah. Dan terus menggenjot doa diwaktu-waktu mustajab
sampai dia benar-benar menjadi gubernur.
Lanjut Umar Bin Abdul Aziz “Kemudian
saya berambisi untuk menjadi kholifah, dan saya selalu menggenjot dengan doa
tanpa henti. Hingga akhirnya Allah mengabulkan doaku dan akhirnya aku menjadi
kholifah”
Kemudian lanjutnya "Aku juga sangat menginginkan memperistri putri kholifah dan alhamdulillah aku berhasil menikahi putri kholifah"
Kemudian lanjutnya "Aku juga sangat menginginkan memperistri putri kholifah dan alhamdulillah aku berhasil menikahi putri kholifah"
Yang lebih hebatnya lagi, ditilik
dari nasab, Umar Bin Abdul Aziz tidak
bisa menjadi kholifah saat itu. Walaupun dia adalah keturunan Bani Umayyah,
akan tetapi saat itu bukan dia yang seharusnya menjadi kholifah. Hal yang harus
dipahami, jika allah sudah berkehendak, apapun yang dirasa mustahil, Allah akan
menjadikan semuanya menjadi “sangat mungkin
terjadi”.
Sebelum kholifah meninggal dunia, diluar dugaan sang
kholifah menulis surat wasiat untuk umar bin abdul aziz agar dia menggantikan
dirinya menjadi kholifah penggantinya. Subhanallah.....Dan setelah umar bin
abdul aziz meninggal maka estafet kholifah itu kembali ke keturunan raja yang
sah sebelum umar bin abdul aziz.
Wahai saudaraku....lihatlah...betapa
mengagumkan efek dari himmah/kemauan yang kuat disertai doa dan ikhtiar. Anda bisa
menjadi apa yang anda mau dengan mengerahkan kekuatan batin meminta pertolongan
Allah.
Kunci dari semua itu adalah “bagaimana kedekatan anda kepada
Allah” semakin anda merengek, menangis, berharap dengan penuh kepasrahan, yakin
akan dikabulkannya doa, sabar dalam proses, maka sesungguhnya anda sedang meniti
jalan tol menuju kesuksesan/keberhasilan semua hajat anda.
Sabar dalam proses....tidak kalah pentingnya
dengan proses lainnya. Sebab terkadang orang gagal dalam proses ini. Proses baru
1 minggu, 1 bulan, 1 tahun sudah menyerah atau tidak sabar dan akhirnya
berhenti total dari usaha dan berdoa. Kita ibaratkan sekolah SMA baru 1 bulan sudah
pesimis dan berhenti total. Jika berhenti apakah anda akan lulus dan
mendapatkan hasil berupa ijazah? Mustahil anda akan mendapat ijazah.
Sama halnya dengan cita-cita yang kita pasrahkan kepada Allah. Semua butuh proses, usaha, sabar. Jika 1 bulan belum berhasil, maka tambah lagi waktu untuk berdoa kepada Allah. Dan Allah pasti akan mengabulkan semua hajat anda. Karena yang pasti, Allah akan menyesuaikan permintaan anda dengan kualitas anda sendiri. Dan allah akan melihat serius atau tidak hamba ini meminta kepada tuhannya. Jika serius pastinya hamba ini akan sabar melalui proses dan pantang menyerah dari ujian saat proses meminta kepada robbnya.
Sama halnya dengan cita-cita yang kita pasrahkan kepada Allah. Semua butuh proses, usaha, sabar. Jika 1 bulan belum berhasil, maka tambah lagi waktu untuk berdoa kepada Allah. Dan Allah pasti akan mengabulkan semua hajat anda. Karena yang pasti, Allah akan menyesuaikan permintaan anda dengan kualitas anda sendiri. Dan allah akan melihat serius atau tidak hamba ini meminta kepada tuhannya. Jika serius pastinya hamba ini akan sabar melalui proses dan pantang menyerah dari ujian saat proses meminta kepada robbnya.
Kita tidak punya daya dan kekuatan
selain dari Allah. Maka dari itu, mulai saat ini, detik ini,
bersungguh-sungguhlah dalam berusaha dan berdoa. Percepat usaha anda itu dengan
berdoa di waktu mustajabnya doa. SANGAT KECIL KEMUNGKINAN USAHA ANDA AKAN
GAGAL. Insya Allah....
(andre
abuahmad)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar