Jumat, 19 Mei 2017

HATI-HATI..!!! INI MACAM-MACAM NAJIS YANG PERLU ANDA KETAHUI




Santringaji*Dalam beribadah kita diwajibkan untuk membersihkan anggota badan, pakaian dan tempat dari najis. Sebenarnya dikatakan membersihkan kurang tepat. Kenapa? Karena antara membersihkan dengan mensucikan adalah 2 hal yang berbeda. Bersih belum tentu suci, begitu juga sebaliknya...suci belum tentu bersih.

Misal...pakaian kita terkena tanah....itu namanya kotor. Tapi belum tentu itu najis. Jadi boleh kita gunakan untuk sholat. Dan hukumnya sah. Tentu kita raba-raba sendiri (asal muasal tanah) apakah tanah itu mengandung najis atau tidak.

Begitu pula sebaliknya.....pakaian kita bersih dan wangi, tapi apakah itu menjamin kalau itu bebas dari najis dan sah digunakan untuk sholat? Penulis sering menjumpai orang-orang tidak paham tentang najis ini. Bukannya mereka tidak tahu mana yang najis dan mana yang bukan. Akan tetapi mereka sama sekali tidak tahu cara mencuci pakaian yang benar sesuai aturan ilmu fiqih. Dan mungkin dari para pembaca ada yang belum tahu cara mencuci pakaian yang terkena najis. Dan anda pun diwajibkan untuk belajar ngaji menegenai thoharoh mengingat masalah ini sangat penting.

Yang sering saya temui, mencuci pakaian asal bersih dan wangi. Mereka beranggapan bahwa itu sudah cukup. Pakaian satu ember kotor, dan ada satu pakaian najis. Dijadikan satu saat mencuci. Wal hasil satu ember pakaian menjadi najis semua.

Dalam kitab MABADI’UL FIQHIYAH diterangkan  macam-macam najis. Yaitu ada 3 macam.

1.    NAJIS MUKHOFAFAH
Adalah najis ringan. Yaitu air kencing bayilaki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum makan selain ASI (air susu ibu).




Sekarang bagaimana kalau bayi perempuan? Bagaimana hukumnya?
Hukum air kencing bayi perempuan walaupun belum berumur 2 tahun dihukumi layaknya air kencing orang dewasa. Nanti masuk ke level najis diatasnya.
Bagaimana kalau belum berumur 2 tahun tapi sudah pernah kemasukan makanan atau susu bubuk atau susu selain ASI? Maka hukum diatas sudah batal. Artinya hukumnya sudah beralih ke level najis yang ke dua.

Intinya....jika si bayi laki-laki pernah kemasukan makanan lain yang disengaja dimasukkan ke mulutnya selain ASI, maka sejak saat itu, hukum air kencingnya sudah berbeda.

Bagaimana cara mensucikan najis mukhofafah? Yaitu cukup diperciki air suci pada bagian yang terkena air kencing tadi.

2.   NAJIS MUTHOWASHITOH.
Adalah najis pertengahan. Najis ini umum ditemukan dalam keseharian kita. Dan najis inilah yang sering menjadi masalah dikarenakan kurangnya ilmu kita.


Contoh najis ini adalah, kotoran dan kencing baik manusia atau hewan. Kotoran ayam, kambing, sapi, kucing, dan lain-lain. (PENULIS MOHON DENGAN SANGAT, ATIKEL SEPERTI INI HANYA UNTUK MENAMBAH WAWASAN. JANGAN DIGUNAKAN UNTUK RUJUKAN UTAMA DALAM BERIBADAH. SARAN PENULIS, BELAJARLAH LANGSUNG KEPADA SEORANG GURU AGAR ANDA TIDAK  SALAH PENGERTIAN DAN SALAH DALAM MENGAPLIKASIKAN ILMU)

Cara membersihkannya adalah dengan air yang mengalir. Bisa diaplikasikan sebagai berikut...
cuci pakaian seperti biasanya. Dan hal terpenting adalah proses akhirnya. Siram air suci ke pakaian yang sudah dicuci tadi sampai ke sela-sela serat kain. Maka baru pakaian anda suci.

Hukum najis muthowasitoh ada 2. Yaitu

a.     ‘Ainiyah (najis jelas terlihat secara kasat mata)
Cara membersihkannya....buang najis tadi dengan bantuan alat misal kertas, daun atau yg lain. Setelah bebas dari najis ainiyah, maka hukumnya menjadi berbeda. Yankni menjadi hukmiyah

b.     HUKMIYAH (najis tidak tampak tapi warna, bau dan rasanya masih ada)
Cara membersihkannya....bersihkan tempat yang terkena najis tadi dari ketiga hal diatas. Setelah hilang maka ambil air suci dan siramkan air ke tempat yang terkena najis tadi. Maka hukum hukmiyah tadi hilang.


3.     NAJIS  MUGHOLADHOH
Yaitu najis berat. Najis ini disebabkan oleh babi, anjing dan celeng. Meliputi seluruh bagian tubunya. Baik air liur, bulu, kulit, kencing,kotoran dan lain-lain. Jadi aneh dan mengherankan ada muslim yang memelihara anjing dirumahnya bukan niat menjaga keamanan rumah tapi niatnya untuk hewan peliharaan seperti layaknya kucing. Jelas ini diharamkan jika tanpa udzur yang mendesak.


Cara mensucikan dari najis ini yaitu....dibasuh 7 kali pada area yang terkena najis mugholadhoh tadi dengan air yang mengalir. Dan salah satu dari 7 basuhan tadi dicampur dengan tanah. Barulah najis tadi hilang.

Wallohu A’lam........








(andre abuahmad)

BOLEHKAH WUDHU DI KAMAR MANDI? APA HUKUMNYA?


Assalamu’alaikum warohmatullohiwabarokaatuh

Pertanyaan diatas sering dijumpai di sekitar kita. Entah itu keluarga, teman atau sesama jamaah pengajian.


Kalau mau jujur, banyak dari kaum muslimin tidak tahu tentang hukum-hukum dasar thoharoh (bersuci). Dalam pengajian-pengajian rutin yang diadakan dikampung-kampung dan masjid jarang yang membahas mengenai masalah thoharoh ini. Padahal thoharoh adalah dasar dari semua proses ibadah yang kita lakukan. Misal sholat, sangat penting dan malah wajib hukumnya bagi orang yang melakukan sholat untuk tahu akan masalah thoharoh. Kita sholat tapi kita tidak tahu masalah hukum-hukum thoharoh, mana yang membatalkan dan mana yang sah.....maka itu bisa membatalkan ibdaha kita. Akan tetapi jika memang tidak tahu, maka hukumnya pun di ma’fu atau dimaafkan. Tapi apakah kita akan selalu seperti itu? Melakukan suatu ibadah tapi tidak tahu ilmunya?

Sebelum membahas pertanyaan diatas, hal dasar yang perlu kita pahami yaitu tentang larangan bagi siapapun untuk tidak mengucapkan atau membawa tulisan ayat al quran, lafdzul jalalloh, asmaul husna. 

Dulu nabi pernah mempunyai cincin perak bertuliskan “muhammadurrosululloh” (tertulis lafadz “Allah” berada diatas). Cincin ini berfungsi untuk stempel saat mengutus sahabat menyampaikan surat untuk para penguasa/raja.

Setiap nabi ke kamar mandi, cincin ini selalu dilepas dari jari beliau. Inilah salah satu yang menjadi dasar tidak diperbolehkannya membawa ayat suci, lafadz Allah ke dalam kamar mandi. Hal ini berkaitan dengan adab. Lebih baik hindari membawa atau membaca tulisan  diatas.

 Syekh Kamil Muhammad 'Uwaidah dalam al-jami' Fii Fiqhi an-Nisa mengomentari hadis dari Anas bin Malik RA, ia berkata,
 "Apabila Nabi memasuki tempat buang air besar, beliau selalu menanggalkan cincinnya." (HR al-Khamsah kecuali Ahmad). Hadis ini juga dishahihkan Imam at-Tirmidzi dengan manambahkan cincin itu bertuliskan "Muhammad Rasulullah."

Hukum berwudhu ditoilet menurut jumhur ulama syafi”iyah adalah makruh,sebisa mungkin dilakukan diluar kamar mandi. Tapi jika memang dirumah tidak mempunyai tempat khusus untuk berwudhu dan terpaksa dilakukan di kamar mandi, maka hal itu diperbolehkan. Semuanya berlandaskan adab...mengingat dalam berwudhu kita disunnahkan untuk mengucapkan bismillah dan doa wudhu. Ulama pun memberikan jalan keluar jika wudhu dilakukan di kamar mandi, yakni bismillah atau lafadz tadi jangan diucapkan, akan tetapi dibaca di dalam hati saja.

Sebenarnya wudhu tanpa berdoapun sudah sah. Karena yang terpenting adalah niat saat melakukakannya. Yaitu niat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil. Akan tetapi jika kita tidak membaca doa-doa diatas, kita kehilangan pahala kesunnahan. Agar kita mendapatkan pahala kesunnahan itu maka seyogyanya doa-doa tadi kita baca walaupun dalam hati.

Itulah pentingnya ilmu.....selalu niatkan dalam hati untuk selalu dan selalu belajar. Terlebih lagi ilmu fiqih yang berkaitan dengan ibadah wajib. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah belajar mengenai thoharoh ini. Kelihatan remeh tapi jika kita salah mengaplikasikannya, maka bisa jadi ibadah kita tidak ada nilainya dihadapan Allah.

“TIDURNYA ORANG ‘ALIM, LEBIH UTAMA DARIPADA  IBADAHNYA ORANG BODOH”

Maksudnya adalah....ibdah semalam suntuk tapi bodoh masalah ilmu, tidak tahu mana yang membatalkan dan mana yang makruh. Asal wudhu dan niat yang mantab, tapi tidak mau belajar ilmu agama, maka nilainya kalah dengan orang yang berilmu. Padahal sekilas mata, si ‘alim ini hanya tidur. Dengan ilmunya dia bisa mendapatkan pahala lebih besar dibandingkan orang bodoh yang capek beribadah dikarenakan bagusnya niat. Niat ini juga perlu ilmu yang memadai.

Wallohu a’lam

Sabtu, 13 Mei 2017

KISAH GADIS DISIKSA KUBUR KARENA MELALAIKAN SHOLAT


santringaji**Dikisahkan dalam kitab IRSYADUL ‘IBAD ada sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ibu, kakak laki-laki dan adik perempuan. Keluarga ini hidup sederhana. Ayah drkeluarga ini sudah meninggal dunia.

Suatu hari kakak laki-laki ini menikah dan otomatis pindah rumah bersama istrinya. Dan tinggallah si ibu dan adik gadisnya.

Suatu hari, si adik sakit berhari-hari dan diusahakan berobat kesana kemari. Akan tetapi Allah berkehendak lain. Adik gadis ini menghembuskan nafas terakhirnya diumur yang masih sangat muda belia dan belum bersuami.


Maka segera kakak laki-lakinya dikabari atas wafatnya sang adik. Maka pulanglah kakaknya dan turut membantu proses persiapan jenazah sampai penguburannya.Singakat cerita semua proses persiapan jenazah sudah selesai dan segera diantar ke kuburan untuk segera dimakamkan. Si ibu melepas kepergian anak gadisnya dengan penuh kesedihan.
Maka tibalah jenazah di komplek pemakaman umum dan segera diturunkanke liang lahat. Semua berjalan lancar sampai selesainya proses penguburan. Alhamdulillah.....

Maka pulanglah semua petakziah dan tinggal pihak keluarga yang masih tinggal di komplek makam yang masih basah dengan gundukan tanah merah. Mereka bermunajat kepada Allah agar sang anak gadis ini diterima disisi Allah, dimudahkan segala urusannya baik di alam kubur, diampuni segala dosanya dan diterima semua amal kebaikannya.

Maka pulanglah semua anggota keluarganya. Sesampainya di rumah dengan masih dalam keadaan sedih, sang kakak mencari dompet karena ada suatu keperluan. Dicari kesana kemari dompet itu tak kunjung ditemukan. Dia mengingat-ingat dimana kira-kira dompetnya disimpan?. Barulah ia sadar kalau dompetnya jatuh di liang lahat adiknya saat dia menurunkan jenazah adiknya di kuburan tadi.

Maka dia beranikan diri untuk bicara kepada ibunda yang masih dilanda kesedihan.
“Ibu, maafkan saya. Saya tahu ibu sedang sedih. Akan tetapi saya meminta izin kepada ibu untuk kembali ke pemakaman adik untuk mengambil dompet yang tertinggal saat tadi menurunkan jenazah adik. Saya sangat membutuhkan isi dari dompet itu”. Singkat cerita ibunya mengizinkan.

Maka berangkatlah sang kakak setelah sebelumnya meminta izin kepada keluarga besar dan tokoh agama di kampung itu. Setelah sampai di area pemakaman, sang kakak langsung mengayunkan cangkul  ke gundukan tanah yang belum lama tadi ditutup diatas jenazah adiknya. Setelah beberapa saat mencangkul tanah makam adiknya, maka sudah nampak bahwa sebentar lagi akan sampai ke lobang dimana jenazah adiknya berada.
Maka dia percepat ayunan cangkul agar tidak berlama-lama disitu.

Tiba-tiba dia dikagetkan dengan suatu hal yang tidak lazim. Dibalik lobang dimana adiknya diistirahatkan, tiba-tiba menyemburlah api dengan kobaran yang besar. Seketika kakaknya lompat menjauh dari lobang kuburan adiknya yang dia gali tadi. Antara takut, cemas, kaget dia hanya bisa menangis. Ada apa gerangan? Kenapa hal aneh ini bisa terjadi? Api dari mana? Tanpa banyak berfikir segera dia tutup lagi lobang kubur itu dan mengurungkan niatnya untuk meneruskan mencari dompet yang dia cari.

Dengan tergesa-gesa dia percepat langkahnya untuk pulang dan segera menemui sang ibunda.
Dan diceritakan semua kejadian itu kepada sang ibu. Dengan perasaan hancur lebur, sang ibu menangis dengan sangat pilu. Bagaimana tidak hancur hati seorang ibu melihat kenyataan anaknya baru saja meninggal dan tidak lama mendapat kabar tentang semua hal yang menunjukkan hal yang sangat menegerikan seperti itu?

Setelah sang ibu menangis lama dan bisa menguasai diri, barulah sang ibu mulai membuka bibirnya dan berkata:
“Nak, ketahuilah.....adikmu itu baik, sopan, hormat sama ibu, baik dengan tetangga, suka mengaji, suka bershodaqoh, suka membaca al quran, suka bersilaturahim dengan sodara yang lain. Akan tetapi ketahuilah nak......ada satu hal yang menurut ibu itulah yang menjadi sebab adzab yang diterima adikmu”
Sang anak bertanya: “apakah gerangan perilaku adik yang membuatnya mendapat adzab itu bu?”
Ibunya menjawab: “adikmu suka melakukan sholat 5 waktu  diakhir waktu tanpa udzur yang dibenarkan oleh agama”

ASTAGHFIRULLAHAL’ADZIM........begitu mengerikannya siksaan kubur yang diterima oleh orang yang suka mengakhirkan sholat 5 waktu. Jika dipikir-pikir, anak gadis ini melakukan sholat, tetapi  “hanya” mengakhirkan sholatnya. Pun sudah seperti itu adzab yang dia terrma. Maka kalau kita mau jujur, berapa kali kita melakukan hal serupa? Bukannya kita sering melakukannya? Bukankah itu sudah menjadi hal yang sangat umum dilakukan orang-orang disekitar kita? Di masyarakat kita?

Wahai umat muslim......!!! Tidak  tergerakkah anda untuk sedikit meluangkan waktu untuk merenungi kisah diatas dan menjadikan itu sebagai pelajaran?
Tentunya semuanya harus kita usahakan dan tak lupa kita berdoa memohon hidayah kepada Allah agar senantiasa taat melakukan perintahNya sebagus mungkin.
Ya Allah....berikan kami hidayah Mu agar kami bisa mendirikan shoalat dengan  diawal waktu dan berjamaah di masjid. Aamiin Ya Allah....

Akhi yang dimuliakan Allah....mari ajak keluarga kita untuk bersama-sama sholat diawal waktu dan berjamaah di masjid. Mudah-mudahan Allah meringankan langkah kita untuk menggapai ridho Allah. Aamiin ya robb.....

Jumat, 12 Mei 2017

SHOLAT TAPI MASUK NERAKA? KOK BISA?

Santringaji__ dijelaskan dalam surat Al Ma’un ayat 4-5
“maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat”
“(yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya”

          Habib Alwy bin Alawy Al Habsyi (solo) menjelaskan mengenai tafsir ayat diatas. Saat itu ditanya oleh salah seorang jamaah. Bagaimana kalau sholat tapi belum bisa khusuk? Apakah akan masuk neraka berkaitan dengan ayat diatas?

Maka habib alwy pun menjelaskan bahwa maksud ayat diatas bukan seperti itu. Akan tetapi maksud dari ayat diatas adalah ancaman bagi orang yang “melalaikan” sholat. Lalai disini bukan berarti tidak khusuk, tetapi maksudnya adalah meremehkan sholat seperti sholat dilakukan diakhir waktu sholat itu bahkan hampir masuk ke waktu sholat yang lain. Contohnya sholat dhuhur jam 12:00. Dan sholat asar jam 15:00. Dia sering melakukan sholat dhuhur diakhir waktu. Misal jam  14:30 dan itu dilakukan tanpa keadaan darurat. Artinya dia melakukan itu karena malas atau santai. Orang-orang seperti inilah yang dimaksud ayat diatas, diancam dengan dimasukkan ke neraka wail.

Jika makna ayat itu diperuntukkan bagi orang yang tidak khusuk sangat tidak tepat. Karena khusuk adalah suatu hal yang sangat sulit. Hanya segelintir orang yang bisa melakukannya. Selevel kyai pun belum jaminan bisa sholat khusuk. Hanya orang-orang yang diberikan anugerah luar biasa yangbisa khusuk dalam sholatnya.

Apakah kita sebagai manusia awam ini bisa khusuk dalam sholat? Jawabannya sangat bisa. Khusuk adalah perintah umum yang artinya semua orang bisa mendapatkan anugerah itu. Maka hal pertama dan utama yang harus dilakukan seorang hamba adalah berdoa kepada Allah agar diberi hidayah untuk bisa sholat dengan khusuk. Tentunya ada beberapa sebab yang bisa mendatangkan khususk dan yang bisa menghalangi kita untuk khusuk. Mungkin di artikel lain akan saya bahas.

Garis besar dari artikel ini adalah....begitu besarnya siksaan bagi orang yang melalaikan sholat 5 waktu. Yaitu suka mengakhirkan sholatnya di penghujung waktu berakhirnya sholat itu tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Bahkan menurut sebagian ulama, satu kali kita melalaikan sholat maka balasan yang setimpal yaitu kita dibakar di neraka selama 70 tahun. Astaghfirullah.....Kita tahu satu hari di akherat adalah 1000 tahun dunia. Silahkan dihitung sendiri berapa juta tahun siksaan untuk satu kali melalaikan sholat.

Mari kita bermuhasabah diri sendiri....berapa kali kita melalaikan sholat hanya karena kita diperjalanan, mainan HP, main game, berselancar di sosmed, main sama teman, sepak bola diwaktu sholat dan lain-lain. Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini, saya pribadi dan anda semua bisa merubah kebiasaan buruk itu dan bertaubat memohon ampunan Allah. Aamiin ya Robb.
Pertanyaan yang sangat penting adalah....yang melalaikan sholat saja siksaannya begitu mengerikan, lalu bagaimana siksaan bagi orang yang dengan sengaja meninggalkan sholat 5 waktu secara sengaja? Melalaikan sholat, sejatinya mereka terhitung sholat, dan mereka memang sholat, hanya saja mereka lakukan di penghujung waktu, disiksa seperti itu. Apalagi dengan sengaja meninggalkan sholat? Ya Allah......lindungilah kami dari murkMu, berikan hidayahMu kepada kami agar selalu mengingat ini, bahwa sholat memang bukan perkara yang ringan untuk diremehkan, apalagi disengaja ditinggalkan, dan berikan kami hidayah untuk selalu sholat diawal waktu dan berjamaah. Aamiin ya Robb....



(andre abuahmad)







ALLAH PASTI MENGUBAH NASIBMU...!!!

santringaji__Dalam islam kita dianjurkan untuk selalu berusaha/ikhtiar semaksimal mungkin dan sangat melarang untuk pesimis dalam mencari rizki di muka bumi ini.
Dalam al quran:
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubahnya sendiri”
Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa apapun capaian kita, harus kita sendiri yang merubahnya. Dengan cara ikhtiar. Masalah hasil, baru kita pasrahkan kepada Allah atau yang dinamakan tawakkal.
Maksud ayat diatas menurut sebagian ulama adalah kalau sesorang muslim memohon, merengek dan mengadu kepada Allah meminta apapun, bahkan jika dia meminta menjadi raja dunia, maka Allah akan kabulkan permintaannya, asalkan dia mau mengubah dirinya sendiri untuk mencapai apa yang diniatkannya. Dan Allah mengabulkan dengan berbagai cara. Diantaranya Allah akan membukakan jalan baginya untuk mencapai tujuannya itu.

(baca artikel tentang menghafal al quran disini....)

Masalahnya syetan akan membisikkan kepada hati manusia bahwa orang muslim itu identik dengan hidup susah, melarat dan jauh dari berkecukupan. Demi Allah itu semua bohong. Bahkan seorang muslim bisa mendapatkan apapun yang dia minta bahkan melebihi orang-orang kafir. Orang islam itu bahagia, tenang dan akan dicukupkan oleh Allah. Bagaimana mungkin Allah menelantarkan hambanya yang menyembah kepada tuhan yang benar dan hidupnya akan disia-siakan? MUSTAHIL Allah akan memperlakukan hambanya yang menerima islam sebagai agamanya akan ditelantarkan hidupnya.
Kita lihat orang-orang arab, walaupun tanah kering dan tandus, tapi Allah memberikan kekayaan kepada mereka. Bahkan sedari kecil kita sering mendengar kalau negara arab adalah identik dengan kehidupan mewahnya.

UMAR BIN ABDUL AZIZ pernah berkata:

“Sungguh aku adalah pribadi yang tumuh. Dan aku tidak akan berhenti sampai apa yang aku impikan tercapai”
Tumuh adalah sifat pantang mundur dan terus berusaha berdoa kepada Allah sampai apa yang dia inginkan tercapai.
Beliau sewaktu menjadi warga biasa, berdoa kepada Allah agar menjadi gubernur madinah. Dan terus menggenjot doa diwaktu-waktu mustajab sampai dia benar-benar menjadi gubernur.
Lanjut Umar Bin Abdul Aziz “Kemudian saya berambisi untuk menjadi kholifah, dan saya selalu menggenjot dengan doa tanpa henti. Hingga akhirnya Allah mengabulkan doaku dan akhirnya aku menjadi kholifah”
Kemudian lanjutnya "Aku juga sangat menginginkan memperistri putri kholifah dan alhamdulillah aku berhasil menikahi putri kholifah"
Yang lebih hebatnya lagi, ditilik dari nasab,  Umar Bin Abdul Aziz tidak bisa menjadi kholifah saat itu. Walaupun dia adalah keturunan Bani Umayyah, akan tetapi saat itu bukan dia yang seharusnya menjadi kholifah. Hal yang harus dipahami, jika allah sudah berkehendak, apapun yang dirasa mustahil, Allah akan menjadikan semuanya menjadi “sangat  mungkin terjadi”.
       Sebelum kholifah meninggal dunia, diluar dugaan sang kholifah menulis surat wasiat untuk umar bin abdul aziz agar dia menggantikan dirinya menjadi kholifah penggantinya. Subhanallah.....Dan setelah umar bin abdul aziz meninggal maka estafet kholifah itu kembali ke keturunan raja yang sah sebelum umar bin abdul aziz.
Wahai saudaraku....lihatlah...betapa mengagumkan efek dari himmah/kemauan yang kuat disertai doa dan ikhtiar. Anda bisa menjadi apa yang anda mau dengan mengerahkan kekuatan batin meminta pertolongan Allah.
 Kunci dari semua itu adalah “bagaimana kedekatan anda kepada Allah” semakin anda merengek, menangis, berharap dengan penuh kepasrahan, yakin akan dikabulkannya doa, sabar dalam proses, maka sesungguhnya anda sedang meniti jalan tol menuju kesuksesan/keberhasilan semua hajat anda.
Sabar dalam proses....tidak kalah pentingnya dengan proses lainnya. Sebab terkadang orang gagal dalam proses ini. Proses baru 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun sudah menyerah atau tidak sabar dan akhirnya berhenti total dari usaha dan berdoa. Kita ibaratkan sekolah SMA baru 1 bulan sudah pesimis dan berhenti total. Jika berhenti apakah anda akan lulus dan mendapatkan hasil berupa ijazah? Mustahil anda akan mendapat ijazah. 
 Sama halnya dengan cita-cita yang kita pasrahkan kepada Allah. Semua butuh proses, usaha, sabar. Jika 1 bulan belum berhasil, maka tambah lagi waktu untuk berdoa kepada Allah. Dan Allah pasti akan mengabulkan semua hajat anda. Karena yang pasti, Allah akan menyesuaikan permintaan anda dengan kualitas anda sendiri. Dan allah akan melihat serius atau tidak hamba ini meminta kepada tuhannya. Jika serius pastinya hamba ini akan sabar melalui proses dan pantang menyerah dari ujian saat proses meminta kepada robbnya.

Kita tidak punya daya dan kekuatan selain dari Allah. Maka dari itu, mulai saat ini, detik ini, bersungguh-sungguhlah dalam berusaha dan berdoa. Percepat usaha anda itu dengan berdoa di waktu mustajabnya doa. SANGAT KECIL KEMUNGKINAN USAHA ANDA AKAN GAGAL. Insya Allah....



(andre abuahmad)

HATI-HATI..!!! INI MACAM-MACAM NAJIS YANG PERLU ANDA KETAHUI

Santringaji*Dalam beribadah kita diwajibkan untuk membersihkan anggota badan, pakaian dan tempat dari najis. Sebenarnya dikatakan ...