Sabtu, 13 Mei 2017

KISAH GADIS DISIKSA KUBUR KARENA MELALAIKAN SHOLAT


santringaji**Dikisahkan dalam kitab IRSYADUL ‘IBAD ada sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ibu, kakak laki-laki dan adik perempuan. Keluarga ini hidup sederhana. Ayah drkeluarga ini sudah meninggal dunia.

Suatu hari kakak laki-laki ini menikah dan otomatis pindah rumah bersama istrinya. Dan tinggallah si ibu dan adik gadisnya.

Suatu hari, si adik sakit berhari-hari dan diusahakan berobat kesana kemari. Akan tetapi Allah berkehendak lain. Adik gadis ini menghembuskan nafas terakhirnya diumur yang masih sangat muda belia dan belum bersuami.


Maka segera kakak laki-lakinya dikabari atas wafatnya sang adik. Maka pulanglah kakaknya dan turut membantu proses persiapan jenazah sampai penguburannya.Singakat cerita semua proses persiapan jenazah sudah selesai dan segera diantar ke kuburan untuk segera dimakamkan. Si ibu melepas kepergian anak gadisnya dengan penuh kesedihan.
Maka tibalah jenazah di komplek pemakaman umum dan segera diturunkanke liang lahat. Semua berjalan lancar sampai selesainya proses penguburan. Alhamdulillah.....

Maka pulanglah semua petakziah dan tinggal pihak keluarga yang masih tinggal di komplek makam yang masih basah dengan gundukan tanah merah. Mereka bermunajat kepada Allah agar sang anak gadis ini diterima disisi Allah, dimudahkan segala urusannya baik di alam kubur, diampuni segala dosanya dan diterima semua amal kebaikannya.

Maka pulanglah semua anggota keluarganya. Sesampainya di rumah dengan masih dalam keadaan sedih, sang kakak mencari dompet karena ada suatu keperluan. Dicari kesana kemari dompet itu tak kunjung ditemukan. Dia mengingat-ingat dimana kira-kira dompetnya disimpan?. Barulah ia sadar kalau dompetnya jatuh di liang lahat adiknya saat dia menurunkan jenazah adiknya di kuburan tadi.

Maka dia beranikan diri untuk bicara kepada ibunda yang masih dilanda kesedihan.
“Ibu, maafkan saya. Saya tahu ibu sedang sedih. Akan tetapi saya meminta izin kepada ibu untuk kembali ke pemakaman adik untuk mengambil dompet yang tertinggal saat tadi menurunkan jenazah adik. Saya sangat membutuhkan isi dari dompet itu”. Singkat cerita ibunya mengizinkan.

Maka berangkatlah sang kakak setelah sebelumnya meminta izin kepada keluarga besar dan tokoh agama di kampung itu. Setelah sampai di area pemakaman, sang kakak langsung mengayunkan cangkul  ke gundukan tanah yang belum lama tadi ditutup diatas jenazah adiknya. Setelah beberapa saat mencangkul tanah makam adiknya, maka sudah nampak bahwa sebentar lagi akan sampai ke lobang dimana jenazah adiknya berada.
Maka dia percepat ayunan cangkul agar tidak berlama-lama disitu.

Tiba-tiba dia dikagetkan dengan suatu hal yang tidak lazim. Dibalik lobang dimana adiknya diistirahatkan, tiba-tiba menyemburlah api dengan kobaran yang besar. Seketika kakaknya lompat menjauh dari lobang kuburan adiknya yang dia gali tadi. Antara takut, cemas, kaget dia hanya bisa menangis. Ada apa gerangan? Kenapa hal aneh ini bisa terjadi? Api dari mana? Tanpa banyak berfikir segera dia tutup lagi lobang kubur itu dan mengurungkan niatnya untuk meneruskan mencari dompet yang dia cari.

Dengan tergesa-gesa dia percepat langkahnya untuk pulang dan segera menemui sang ibunda.
Dan diceritakan semua kejadian itu kepada sang ibu. Dengan perasaan hancur lebur, sang ibu menangis dengan sangat pilu. Bagaimana tidak hancur hati seorang ibu melihat kenyataan anaknya baru saja meninggal dan tidak lama mendapat kabar tentang semua hal yang menunjukkan hal yang sangat menegerikan seperti itu?

Setelah sang ibu menangis lama dan bisa menguasai diri, barulah sang ibu mulai membuka bibirnya dan berkata:
“Nak, ketahuilah.....adikmu itu baik, sopan, hormat sama ibu, baik dengan tetangga, suka mengaji, suka bershodaqoh, suka membaca al quran, suka bersilaturahim dengan sodara yang lain. Akan tetapi ketahuilah nak......ada satu hal yang menurut ibu itulah yang menjadi sebab adzab yang diterima adikmu”
Sang anak bertanya: “apakah gerangan perilaku adik yang membuatnya mendapat adzab itu bu?”
Ibunya menjawab: “adikmu suka melakukan sholat 5 waktu  diakhir waktu tanpa udzur yang dibenarkan oleh agama”

ASTAGHFIRULLAHAL’ADZIM........begitu mengerikannya siksaan kubur yang diterima oleh orang yang suka mengakhirkan sholat 5 waktu. Jika dipikir-pikir, anak gadis ini melakukan sholat, tetapi  “hanya” mengakhirkan sholatnya. Pun sudah seperti itu adzab yang dia terrma. Maka kalau kita mau jujur, berapa kali kita melakukan hal serupa? Bukannya kita sering melakukannya? Bukankah itu sudah menjadi hal yang sangat umum dilakukan orang-orang disekitar kita? Di masyarakat kita?

Wahai umat muslim......!!! Tidak  tergerakkah anda untuk sedikit meluangkan waktu untuk merenungi kisah diatas dan menjadikan itu sebagai pelajaran?
Tentunya semuanya harus kita usahakan dan tak lupa kita berdoa memohon hidayah kepada Allah agar senantiasa taat melakukan perintahNya sebagus mungkin.
Ya Allah....berikan kami hidayah Mu agar kami bisa mendirikan shoalat dengan  diawal waktu dan berjamaah di masjid. Aamiin Ya Allah....

Akhi yang dimuliakan Allah....mari ajak keluarga kita untuk bersama-sama sholat diawal waktu dan berjamaah di masjid. Mudah-mudahan Allah meringankan langkah kita untuk menggapai ridho Allah. Aamiin ya robb.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HATI-HATI..!!! INI MACAM-MACAM NAJIS YANG PERLU ANDA KETAHUI

Santringaji*Dalam beribadah kita diwajibkan untuk membersihkan anggota badan, pakaian dan tempat dari najis. Sebenarnya dikatakan ...